Iran Mengancam untuk Melancarkan Serangan ke Lokasi Peluncuran Rudal AS di UEA

Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, baru-baru ini membeberkan rencana untuk menyerang lokasi peluncuran rudal Amerika Serikat (AS) yang tersebar di beberapa kota di Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini menjadi bagian dari peningkatan ketegangan di wilayah tersebut.
Reaksi Iran terhadap Serangan AS
Zolfaghari mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa pasukan AS telah melakukan serangan rudal ke pulau Abu Musa di Iran dan bagian dari Pulau Khark, setelah bersembunyi di pelabuhan dan dermaga UEA serta tempat-tempat tersembunyi di kota-kota Emirat. Hal ini disebabkan oleh kehancuran pangkalan militer AS di wilayah tersebut.
Ia menegaskan kepada pemimpin-pemimpin UEA bahwa Iran berhak untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayah nasionalnya dengan menyerang lokasi peluncuran rudal Amerika yang berada di pelabuhan, dermaga, dan tempat-tempat persembunyian personel militer AS di sejumlah kota di UEA.
Pernyataan Resmi dari Iran
Zolfaghari menjelaskan, “Kami memperingatkan para pemimpin UEA bahwa Iran memandang serangan terhadap sumber peluncuran rudal AS—yang bersembunyi di pelabuhan, dermaga, dan tempat perlindungan yang digunakan oleh pasukan AS di bawah kedok kota-kota Emirat—sebagai bentuk pembelaan terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya, sebagai hak yang sah.”
Ia juga mengajak untuk mengosongkan pelabuhan, dermaga, dan tempat persembunyian Amerika untuk menghindari kemungkinan bahaya bagi mereka.
Seruan pada Penduduk Muslim UEA
Zolfaghari menghimbau penduduk Muslim UEA dan pusat-pusat pemukimannya untuk meninggalkan daerah-daerah di dekat pelabuhan, dermaga, dan tempat persembunyian Amerika yang terletak di kota-kota mereka untuk mencegah bahaya selama serangan balasan Iran.
Pemicu Konflik
Pada 28 Februari, AS dan rezim Zionis melakukan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara besar-besaran terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Balasan dari Iran
Iran dengan cepat merespons agresi tersebut dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan-pangkalan AS di negara-negara regional.
Pada saat yang sama, Iran terus memantau dan mengevaluasi situasi ini, dengan harapan mencapai solusi damai dan menghindari lebih banyak konflik dan ketegangan di wilayah tersebut.