Berita Terkini: Dr. Ali Larijani, Pejabat Senior Iran, Meninggal dalam Serangan Amerika-Israel

Peristiwa memilukan baru-baru ini menimpa Republik Islam Iran. Pejabat senior mereka, Dr. Ali Larijani, dan putranya, Mortaza Larijani, terbunuh dalam serangan yang berlangsung antara Amerika dan Israel terhadap negara tersebut. Mereka gugur sebagai martir, menyisakan duka yang mendalam bagi bangsa Iran.
Penanews.co.id: Dr. Ali Larijani, Pejabat Iran Meninggal dalam Serangan
Pada Selasa malam lalu, Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran merilis pernyataan resmi mengenai gugurnya Dr. Ali Larijani dan putranya dalam serangan tersebut. Bersama mereka, Wakil SNSC bidang keamanan, Alireza Bayat, dan sejumlah pengawal mereka turut menjadi korban.
Pernyataan tersebut mengekspresikan bahwa menjadi syahid merupakan “impian lama” Dr. Larijani. Sebuah cita-cita yang terwujud setelah perjuangan sepanjang hidup untuk memajukan negara dan Revolusi Islamnya.
Dr. Ali Larijani: Sebuah Kehilangan Besar bagi Iran
Sekretariat SNSC juga mencatat upaya berkelanjutan dari almarhum Dr. Larijani, “hingga saat-saat terakhir hidupnya yang mulia” dalam mengamankan kepentingan negara. Beliau selalu memberikan nasihat yang konsisten kepada rakyat dan pemerintah untuk menjaga persatuan dalam menghadapi tindakan permusuhan terhadap negara.
Kemartiran ini, menurut Sekretariat, akan semakin memperkuat tekad bangsa dan para pejabatnya untuk terus meningkatkan posisi Republik Islam.
Dr. Ali Larijani: Sebuah Perjalanan Karier Politik
Dr. Larijani menjabat sebagai anggota Dewan Kebijaksanaan Iran dan penasihat senior bagi Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Islam (Majlis) selama 12 tahun sebelum digantikan oleh Mohammad-Baqer Qalibaf.
Sepanjang karier politiknya yang panjang dan sukses, ia juga mengikuti pemilihan presiden dan menjabat sebagai kepala lembaga penyiaran nasional, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).
Agresi Amerika-Israel terhadap Iran
Agresi tanpa provokasi dan ilegal terhadap negara ini dimulai pada tanggal 28 Februari dengan pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta beberapa komandan militer berpangkat tinggi. Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran telah melakukan 60 gelombang serangan balasan yang sukses dan menentukan terhadap target-target sensitif dan strategis Amerika dan Israel di seluruh wilayah tersebut.
Iran telah bersumpah untuk melanjutkan pembalasan sampai musuh-musuhnya mengalami “kekalahan total.” Semangat ini, tak lain adalah sebuah perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan dan kehormatan bangsa yang terus berlangsung.
