Mengurangi Angka Stunting di Anambas Melalui Program GASING: Strategi Efektif dan Terkendali

Di lingkup Kabupaten Kepulauan Anambas, pemerintah berupaya keras untuk mengurangi angka stunting melalui program inovatif yang dikenal sebagai Gerakan Anambas Sehat dan Bebas Stunting atau GASING. Program ini melibatkan berbagai sektor untuk membantu mencapai tujuan ini.
Memahami Stunting dan Dampaknya
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyoroti bahwa stunting tidak hanya menjadi isu kesehatan. Kendati demikian, stunting juga berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak. Lebih dari itu, stunting berhubungan erat dengan perkembangan otak dan kualitas generasi yang akan datang,” kata Bupati Aneng, pada Rabu, 25 Februari 2026.
Progres Penurunan Angka Stunting di Anambas
Data dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) menunjukkan bahwa angka stunting di Anambas secara konsisten mengalami penurunan. Pada tahun 2024, prevalensi stunting berada pada angka 3,90 persen dan turun menjadi 3,79 persen pada 2025.
Intervensi untuk Penanganan Stunting
Upaya penanganan stunting di Anambas dilakukan melalui berbagai intervensi. Beberapa di antaranya adalah:
- Penimbangan rutin balita di Posyandu
- Pemberian vitamin A
- Tambahan gizi bagi ibu hamil
- Edukasi pola asuh dan gizi kepada orang tua
Peningkatan Konsumsi Makanan Sehat dan Akses Sanitasi
Pemerintah daerah juga berusaha meningkatkan konsumsi ikan dan sayuran serta memperbaiki akses sanitasi dan air bersih. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting.
Menargetkan Penurunan Stunting dengan Program GASING
Program GASING diharapkan dapat memfasilitasi penurunan stunting secara berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.