Polda Sumut Tangkap 2 Penumpang Selundupkan Sabu di Kualanamu Saat Mudik, Tujuan Lombok

Baru-baru ini, Polda Sumut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu di Bandara Kualanamu. Dua penumpang pesawat yang hendak mudik ke Lombok berhasil ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 2 kilogram (kg). Tersangka bernama MF (22) dan FN (21), keduanya adalah penduduk Desa Peunalom I, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh.
Penangkapan di Bandara Kualanamu
Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, kedua tersangka diduga memanfaatkan momen mudik lebaran untuk menyelundupkan narkoba. Rencananya, sabu seberat 2 kg tersebut akan dibawa ke Lombok. Hal ini dapat diketahui berdasarkan boarding pass yang dimiliki oleh kedua pelaku.
Proses penangkapan ini bermula dari informasi yang diterima dari petugas Avsec Bandara Kualanamu. Mereka mendapatkan informasi bahwa ada dua penumpang pesawat yang mencurigakan dan diduga membawa narkoba jenis sabu. Setelah menerima informasi tersebut, personel Polda Sumut langsung melakukan penyelidikan.
Proses Penyelidikan dan Penangkapan
Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil menemukan kedua penumpang pesawat yang mencurigakan. Pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan X Ray mengungkapkan bahwa sabu seberat 2 kg disimpan di dalam celana jeans yang mereka kenakan.
Kombes Pol Andy Arisandi, didampingi oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, mengungkapkan bahwa kedua tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang pria tidak dikenal berinisial JB di Aceh. Mereka dijanjikan upah sebesar Rp 140 juta jika berhasil mengirimkan sabu tersebut ke Lombok.
Kasus Masih Dalam Pengembangan
Setelah penangkapan, kedua tersangka dan barang bukti sabu seberat 2 kg telah diamankan di Mapolda Sumut. Saat ini, kasus ini masih dalam proses pengembangan untuk mengejar pihak-pihak lain yang mungkin terlibat.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Polda Sumut tetap berkomitmen dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayahnya. Meskipun di tengah momen mudik lebaran, mereka tetap waspada dan tidak memberikan celah bagi para pelaku kejahatan untuk beraksi.
Penyelundupan sabu di Kualanamu ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Betapa pentingnya kejelian dan kewaspadaan petugas dalam mengamankan wilayahnya dari ancaman narkoba. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa penyalahgunaan narkoba tidak mengenal waktu dan tempat. Oleh karena itu, kita semua harus berperan aktif dalam melawan penyalahgunaan narkoba.