Blibli Dorong Masyarakat untuk Kelola E-Waste Melalui Inisiatif Gadget for Good

Dalam era di mana teknologi semakin berkembang pesat, limbah elektronik atau e-waste menjadi isu yang semakin mendesak. Dari perangkat ponsel yang ditinggalkan hingga komputer yang tidak terpakai, volume limbah elektronik terus meningkat, memicu kebutuhan mendesak untuk pengelolaan yang lebih baik. Untuk itu, Blibli meluncurkan inisiatif Gadget for Good, mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengelola e-waste dari 14 April hingga 3 Mei 2026. Melalui program ini, Blibli berkomitmen menjadikan pengelolaan limbah elektronik sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari yang ramah lingkungan.
Blibli dan Misi Pengelolaan E-Waste
Bagi Blibli, memperingati Earth Day bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi merupakan penegasan komitmen yang dijalankan setiap hari. Dengan tema global Earth Day 2026 “Our Power, Our Planet,” Blibli memaknai keberlanjutan sebagai bagian integral dari operasional perusahaan. Selain itu, mereka ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa langkah kecil setelah konsumsi dapat memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan. Komitmen ini terwujud melalui berbagai inisiatif berkelanjutan, termasuk Program Pengumpulan E-Waste dan Take Back Packaging, yang terus dijalankan untuk membangun kebiasaan responsif terhadap lingkungan.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, tantangan utama yang dihadapi adalah pengelolaan material pascakonsumsi secara bertanggung jawab. Menurut laporan Global E-waste Monitor, pada tahun 2022, sampah elektronik global mencapai 62 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 82 juta ton pada tahun 2030. Ironisnya, hanya 22,3% dari jumlah tersebut yang berhasil didaur ulang secara formal, berdasarkan data dari World Health Organization.
Tantangan E-Waste di Indonesia
Di Indonesia, tantangan ini sangat signifikan. Data dari Global E-waste Monitor 2024 menunjukkan bahwa negara kita menghasilkan sekitar 2 juta ton limbah elektronik setiap tahun, menjadikannya salah satu penyumbang terbesar sampah elektronik di Asia Tenggara. Pulau Jawa, khususnya, berkontribusi lebih dari separuh total volume limbah ini. Sayangnya, kesenjangan antara produksi dan pengelolaan sangat mencolok. Sebagai contoh, di DKI Jakarta, dari total e-waste yang dihasilkan, hanya sekitar 165 ton yang berhasil dikelola antara tahun 2019 dan Mei 2024.
Inisiatif Gadget for Good
Menjawab tantangan ini, Blibli secara berkelanjutan meluncurkan program pengumpulan e-waste bertajuk Gadget for Good. Program ini menyediakan dropbox untuk limbah elektronik yang dapat diakses oleh masyarakat sepanjang tahun di lima lokasi Blibli Store: Central Park, Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange Mall, Lippo Mall Puri, dan AEON Mall Sentul. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi tanpa harus menunggu momen khusus. Seiring berjalannya waktu, partisipasi masyarakat dalam program ini menunjukkan tren yang positif. Rata-rata volume e-waste yang terkumpul meningkat sebesar 54% dari 1,5 item per hari pada Desember 2025 menjadi 2,4 item per hari di kuartal pertama tahun 2026. Produk yang paling banyak dikumpulkan adalah charger ponsel, mouse, dan powerbank, yang mencerminkan meningkatnya kesadaran untuk mengelola perangkat pascapakai secara lebih bertanggung jawab.
Pernyataan dari Pihak Blibli
“Keberlanjutan adalah bagian dari operasi kami setiap hari—bukan hanya sebuah program yang diaktifkan saat Earth Day dan kemudian dilupakan,” ungkap Ignacia Chiara Irawan, Kepala ESG Blibli, dalam sebuah pernyataan. Ia menekankan bahwa perusahaan terus menghadirkan peluang di setiap saluran transaksi, baik online maupun offline, untuk mendorong dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan.
Lebih lanjut, Chiara menjelaskan, “Komitmen ini kami jalankan secara konsisten melalui berbagai inisiatif pengelolaan limbah, dari Take Back Packaging hingga E-Waste Collection. Kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Ke depannya, kami akan terus mengembangkan program ini secara bertahap, baik dengan menambah titik layanan maupun berkolaborasi dengan berbagai mitra. Kami percaya bahwa ekosistem sirkular hanya dapat terbangun melalui konsistensi dan kolaborasi berkelanjutan.”
Ekspansi Pengumpulan E-Waste
Menindaklanjuti program yang telah berjalan, Blibli mulai memperluas jangkauan pengumpulan e-waste melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, tidak hanya di Blibli Store tetapi juga di ruang publik. Dalam program Gadget for Good, Blibli menyediakan titik pengumpulan e-waste yang berlangsung dari 14 April hingga 3 Mei 2026 di Eternity Privilege, Lantai 2 AEON Mall Sentul City. Dalam program ini, pelanggan dapat menyerahkan minimal empat perangkat elektronik kecil, seperti charger, earphone, powerbank, hingga konsol game.
Insentif untuk Partisipasi
Sebagai bentuk apresiasi, pelanggan yang berpartisipasi dalam program ini berkesempatan untuk mendapatkan voucher senilai Rp100.000 untuk pembelian produk Samsung di Blibli Store AEON Mall Sentul City, selama kuota masih tersedia. Untuk memudahkan partisipasi, Blibli dan AEON Mall Sentul City juga menyediakan panduan lengkap mengenai tata cara pengumpulan e-waste.
Komitmen Berkelanjutan Blibli
Komitmen Blibli terhadap keberlanjutan merupakan bagian dari pendekatan yang telah menjadi DNA operasional mereka. Sejak tahun 2020, Blibli meluncurkan Take Back Program Packaging, yang memungkinkan pelanggan mengembalikan kemasan bekas untuk dikelola kembali. Setiap 150 kemasan bekas yang dikembalikan akan dikonversi menjadi satu bibit pohon, dan pelanggan berkesempatan untuk mendapatkan 100 Blibli Tiket Poins untuk setiap satu kemasan bekas yang dikembalikan.
Program ini diperkuat dengan fitur Misi Tanam Pohon, layanan Green Delivery, serta implementasi Green Building di fasilitas gudang Blibli, sebagai upaya untuk mengurangi jejak karbon di seluruh rantai operasional.
Aksi Kecil untuk Perubahan Besar
Melalui langkah-langkah ini, Blibli percaya bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari tindakan besar, tetapi bisa diawali dengan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Dari perayaan Earth Day hingga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, tindakan sederhana seperti mengumpulkan e-waste di AEON Mall Sentul City, memanfaatkan dropbox e-waste di Blibli Store terdekat, hingga mengembalikan kemasan bekas melalui Take Back Packaging, setiap langkah kecil memiliki potensi untuk menciptakan perubahan yang lebih besar.
Bagi masyarakat yang ingin memulai gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, berbagai inspirasi dan tips keberlanjutan dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @langkah_membumi. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, kita bisa menjadikan pengelolaan e-waste sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih bertanggung jawab.

